Pemkab Minta Pendatang di Kotawaringin Timur Melapor

Ilustrasi

KOTAWARINGIN TIMUR – Pendatang yang akan menetap di Kotawaringin Timur, Kalteng, diminta melapor kepada ketua rukun tetangga atau kepala desa setempat supaya terdata oleh pemerintah.

“Tujuan dan alamat harus jelas. Segera melapor ke RT atau kepala desa. Selanjutnya kami minta ketua RT dan kepala desa melaporkan perkembangan jumlah penduduk di masing-masing wilayah,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kotawaringin Timur, Marjuki di Sampit, Rabu.

Imbauan ini disampaikan Marjuki menanggapi fenomena tahunan yakni berdatangannya pencari kerja ke Kotawaringin Timur saat arus balik pasca libur Idul Fitri.

Dilansir dari Antara, Kabupaten ini dinilai masih memberikan peluang kerja besar sehingga banyak pekerja yang kembali ke Kotawaringin Timur usai berlebaran, membawa kerabat atau rekan mereka yang mencari pekerjaan.

Mobilitas penduduk di Kotawaringin Timur selama ini memang cukup tinggi. Saat kondisi normal saja, jumlah warga yang datang setiap bulan sekitar 500 orang, sedangkan yang meninggalkan Kotawaringin Timur sekitar 400 orang.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kotawaringin Timur akan mendata penduduk yang ingin menetap di daerah ini.

Pendataan dilakukan untuk mengetahui jumlah penduduk sementara atau nonpermanen karena belum ada datanya lantaran kepala desa dan ketua RT belum melaporkan.

“Yang sudah mempunyai KTP elektronik atau berbasis NIK, tidak diwajibkan mutasi jika tujuan mereka hanya untuk bekerja selama enam bulan atau satu tahun karena ada istilah penduduk sementara. Namun jika ada pemilihan kepala desa atau kepala daerah yang syaratnya mengharuskan KTP penduduk Kotawaringin Timur, maka mereka tidak mendapatkan hak memilih,” tambah Marjuki.

Tahun ini ada 79 desa akan mengikuti pemilihan kepala daerah serentak pada 21 Oktober nanti. Hanya mereka yang memiliki KTP dengan alamat domisili Kotawaringin Timur yang akan mendapatkan hak pilih.

Sementara itu, tiga bulan terakhir Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil melakukan pemutakhiran data penduduk dan telah menghapus sekitar 10.000 nama dari pusat data kependudukan Kotawaringin Timur. Penghapusan itu dilakukan terhadap nama yang terdaftar ganda serta anomali yakni orangnya sudah meninggal atau sudah pindah ke daerah lain.

Hasilnya, jumlah penduduk Kotawaringin Timur yang sebelumnya tercatat sekitar 430.000 jiwa, berkurang menjadi 420.000 jiwa. Marjuki mengimbau ketua RT dan kepala desa melaporkan jika ada warganya yang meninggal dunia atau pindah ke daerah lain.

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Gubernur Ini Ingatkan Pengunaan Dana desa

Gubernur Ini Ingatkan Pengunaan Dana desa

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Cornelis mengingatkan Kepala Desa se-Kalimantan Barat untuk berhati-hati dalam penggunaan dana desa serta harus genah dalam pelaporan sehingga tidak...
Pemkab Tabalong Bahas Rencana Teknik Bandara Warukin

Pemkab Tabalong Bahas Rencana Teknik Bandara Warukin

TABALONG, Kalsel – Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan membahas rencana teknik terinci bandar udara Warukin sebagai persiapan pengoperasian pada 4 Desember 2017. Asisten Bidang...
Program 1 Juta Rumah di Landak

Program 1 Juta Rumah di Landak

LANDAK – Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa meletakan batu pertama pembangunan program satu juta rumah yang berlokasi di daerah Ilong, Kecamatan Ngabang, Kabupaten...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *