Pemprov Kalsel akan Memperluas Kebun Singkong

Kebun singkong.(Ist)

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor menyatakan akan memperluas kebun singkong guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota itu.

Ia menyatakan itu menjawab anggota Press Room DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarmasin, baru-baru iniĀ  berkaitan dengan target pertumbuhan ekonomi provinsi tersebut minimal empat persen per tahun, bahkan lebih lagi.

Target pertumbuhan ekonomi itu termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalsel tahun 2016 – 2021 yang merupakan gambaran visi misi gubernur terpilih pada pemilihan kepala daerah atau pilkada Desember 2015.

Ia mengatakan, untuk mendorong atau dongkrak pertumbuhan ekonomi Kalsel hingga mencapai target empat persen lebih, selain fokus pada sektor pertanian secara umum, pemerintah provinsi (Pemprov) Kalsel juga akan memperluas lahan perkebunan singkong.

“Sebab pada beberapa kabupaten di Kalsel yang lahannya memungkinkan untuk perluasan perkebunan singkong. Oleh karena itu dalam waktu dekat, Pemprov akan menginstruksikan dinas terkait melakukan pembahasan,” ujarnya..

“Kita akan berupaya dongkrak pendapatan di sektor pertanian, termasuk perkebunan singkong. Sebab, potensinya sangat memungkinkan, jika dikelola serius,” ucap Paman Birin (panggilan lain Sahbirin), ujar usai paripurna penetapan RPJMD Kalsel 2016-2021.

Menurut orang nomor satu di jajaran Pemprov tersebut, kelesuan sektor pertambangan hingga berdampak turunnya perekonomian daerah saat ini, harus ada solusi dan terobosan baru, agar pendapatan masyarakat dapat terangkat.

“Terobosan itu antara lain dengan memperluas areal pertanian terutama perkebunan singkong yang dinilai memiliki potensi sangat besar, karena wilayah Kalsel masih memiliki lahan yang sangat luas,” tuturnya.

“Apalagi saat ini Indonesia masih mengimpor singkong. Karenanya jika Kalsel mampu memberdayakan berbagai sumber potensi baik lahan maupun sumber manusia yang cukup handal, tak menutup kemungkinan bisa mengekspor singkong menjadi komoditas andalan,” lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, Kalsel dengan luas wilayah sekitar 37.000 km2 terdapat beberapa kabupaten yang berpotensi sebagai “lumbung singkong” yaitu Kota Banjarbaru, Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Selain itu, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Hulu Sungai Selatan (HSS), Kotabaru, dan Kabupaten Tabalong.(Ant)

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

PONTIANAK – Harga ikan dan ayam di sejumlah pasar yang ada di Pontianak dalam beberapa minggu terakhir mengalami kenaikan cukup signifikan bahkan mencapai di...
Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo menginginkan masyarakat Papua di pegunungan dan perbatasan bisa menikmati harga BBM dan harga bahan pokok sama dengan wilayah...
Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

PONTIANAK – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalbar mencatat realisasi investasi Semester I 2017 (Januari -Juni) di Kalbar mencapai Rp8,33...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *