Perlunya Perencanaan Pembangunan Berwawasan Lingkungan

Dinas Lingkungan Hidup2 fixed

Gubernur Kalbar Cornelis, ketika membuka rapat koordinasi teknis (SKPD) pengelolaan lingkungan hidup kabupaten/kota se-Kalimantan Barat, Selasa (7/3). Hadir juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar, Ny. Frederika Cornelis. Dan sejumlah Kepala SKPD di lingkungan Provinsi Kalbar.(Team/BK.com)

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis mengatakan, dalam perencanaan pembangunan daerah ke depan harus yang berwawasan lingkungan, mulai dari penataan sampai bagaimana membuat drainase bahkan mendaur ulang limbah, sehingga dalam sebuah pembangunan apalagi pemukiman tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.

Karena menurut Cornelis, masih banyak permasalahan lain menyangkut lingkungan hidup. Seperti jumlah lahan yang semakin terbatas dan nilai lahan terus meningkat.

Termasuk ketidaksesuaian jumlah hunian yang tersedia dibandingkan dengan masyarakat yang akan menempati, ketidakmampuan masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan rumah layak huni. Hal tersebut dipaparkannya ketika membuka rapat koordinasi teknis (SKPD) pengelolaan lingkungan hidup kabupaten/kota se-Kalimantan Barat, Selasa (7/3) kemarin. Hadir juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar, Ny. Frederika Cornelis dan sejumlah Kepala SKPD di lingkungan Provinsi Kalbar.

Dijelaskan Cornelis, kurang tersedianya data dan informasi lingkungan yang akurat dan up to date, karena data yang tersedia masih bersifat umum yang tidak menggambarkan keadaan kondisi pada saat ini.

Masih rendahnya pemahaman masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, masih minimnya peralatan untuk mengecek kondisi pencemaran lingkungan yang terjadi dan belum tertanganinya peningkatan volume sampah serta masih terjadinya pencemaran air yang diakibatkan oleh pembuangan limbah kegiatan industri kecil-menengah maupun limbah rumah tangga.

“Permasalahan-permasalahan ini harus segera diselesaikan agar pembangunan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat sesuai yang diharapkan,” kata Cornelis.

Mantan Bupati Landak itu mengharapkan dilakukannya analisis dampak lingkungan secara konsisten dan menerapkan proses perencanaan kawasan permukiman yang partisipatif maupun transparan, melakukan evaluasi terhadap kinerja inventarisasi data dan informasi baik itu kondisi eksisting lingkungan sumber pencemaran dan penanganan permasalahan lingkungan yang telah dilakukan.

“Jangan malas melakukan sosialisasi dan kampanye untuk meng-upgrade pemahaman masyarakat untuk peduli pada lingkungan,” ujar Cornelis.

Dirinya berharap pendekatan ekonomi hijau (Green Economy) dalam pembangunan menjadi suatu yang penting untuk diimplementasikam.

Ironisnya selama ini pembangunan sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi, namun tidak diiringi dengan nilai susutnya sumber daya alam (deplesi) dan rusak atau tercemarnya lingkungan (degradasi).

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *