PinkRedProject, Offline dan Online K-pop Store

BALIKPAPAN – Melihat tingginya animo masyarakat untuk memburu atribut K-pop membuat pemudi 22 tahun yang bernama Diah Puspita Sari atau yang lebih dikenal dengan Puspita Arisandy memutuskan untuk fokus menjalani bisnis Offline dan Online K-pop Store yang berlabel PinkRed Project di kota Samarinda.

IMG_20140904_140846
Melalui proses yang cukup panjang, akhirnya Diah beserta suami Hadi Fahri Maulana (25) yang juga menjadi partner dalam bisnisnya ini menemukan bentuk yang ideal untuk membangun bisnis pakaian dan aksesories yang mengusung tema tunggal yakni K-pop.

“Peluangnya cukup besar, kami bisa mengatakan ini satu-satunya offline Shop untuk K-pop Fans yang ada di Kaltim, karena biasanya para penggemar K-pop star mendapatkan atribut idola mereka melalui pembelian online,” papar Diah, kepada BK.co, beberapa waktu lalu.

Target pasar anak muda menurut Diah sangat menjanjikan, mulai dari para pelajar hingga mahasiswa dan mahasiswi yang kebetulan mengetahui informasi dari mulut ke mulut yang informasikan pajangan produk yang dipapar di outlet yang berlokasi di Jalan Meratus No  48, Samarinda.

Menilik sejarah membangun usaha di bidang fashion, awalnya Diah memasok barang dari sejumlah distro asal Bandung di tahun 2011 lalu. Melemparkan berbagai pilihan untuk anak muda Samarinda, seiring berjalannya waktu ia pun berinisiatif untuk mengkolaborasikan desain pakaian dengan produk lokal yang di desain khusus untuk pelanggan.

“Porsi awal, 50:50 antara kreasi pakaian buatan sendiri dengan stok dari Bandung. Tahun 2013 porsi lokal kami tingkatkan akhirnya pesanan dari Bandung kami hentikan, dan fokus untuk membuat distro karya sendiri. Diantara banyak pilihan yang kami tawarkan ternyata pasar untuk kaos dan aksesories ala korea justru banyak menarik minat pelanggan saat itu. Akhirnya tahun 2014 kami memutuskan untuk fokus menjadi bisnis offline dan online K-pop Shop,” kata Diah menjelaskan proses PinkRed Project beradaptasi dengan pasar.

Pilihan kaos dan atribut yang kerap digunakan sejumlah K-pop Star seperti 2NE1, SNSD, SHINee, Akmu play, Another Man, Bap, Bigbang, Crayon Pop, Super Junior, Exo, menjadi produk unggulan. Begitu pula sejumlah aksesories yang diadopsi dari beberapa korean drama yang sukses di pasaran yakni, My Love Form Star dan Rooftop Girl serta The Master’s Sun.  

Pertengahan tahun 2014 pihaknya mengaku mampu memproduksi sekitar 100 – 200 unit t-shirt  dalam kurun waktu seminggu, yang dibandrol dengan harga mulai Rp90 ribu per item. Tidak hanya menciptakan aneka pilihan T-shirt K-pop, ia juga berinovasi untuk memproduksi atribut lainnya seperti K-pop dan K-drama accessories, Snapback dan Beanie, Sweater, Jacket dan Varsity, serta Coffee Mug dan Tumbler ala Kpop yang dipatok mulai dari Rp25 ribu tersedia guna menambah varian bagi pelanggan yang bertandang ke K-pop Store miliknya.

“PinkRed Project juga punya aneka stationary ala K-pop, seperti woody clip yang kami gelar di toko mulai harga Rp19 ribu,” sahutnya.  

Diah mengaku naluri bisnis yang menjadi pendorong utama untuk berinovasi mengembangkan kreatifitas. Pasalnya sejak usia 18 tahun ia telah memiliki distro yang diberi label Quake. Kedepan ia juga masih memiliki obsesi untuk menambah model pilihan t-shirt yang lebih unik, seperti t-shirt berbentuk batwing atau hoodie yang masih terkendala karena minimnya bahan baku. (Foto-foto: SR)

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *