Polda Kalbar Berhasil Mengungkap Video Penganiayaan Brutal Siswa di Dalam Kelas

Video viral Guru Pukul murid, sementara versi Polda Kalbar, perkelahian antar murid.(Ist)

PONTIANAK – Video Viral penganiayaan antara siswa berhasil diungkap Polda Kalbar, informasi tersebut viral di sosmed hari senin kemarin dan berhasil diungkap selasa pagi ini, “ujar Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Drs. Erwin Triwanto (7/11/2017).

“Jajaran Polda Kalimantan Barat sudah mengecek video tersebut, dari hasil penyelidikan diketemukan sekolah tempat peristiwa itu terjadi dan ditindak lanjuti oleh Penyidik Polresta Pontianak Kota untuk meminta keterangan dari pihak sekolah” tuturnya.

Atas kejadian tersebut, Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kota, Kompol Husni melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan, ditindaklanjuti pertemuan hari ini antara Kepala LPMP, komisioner KPAID, Kepala SMK, guru, orangtua dan pelajar terkait, serta Polresta pontianak, yang berlangsung di Dinas Pendidikan Kalbar, mendapatkan hasil dengan tiga poin, yang pertama, Kasus perkelahian di ruang kelas sudah diselesaikan secara kekeluargaan, dengan dimediasi oleh pihak sekolah, yang kedua, video perkelahian tersebut terjadi sesama pelajar, bukan oleh guru maupun orangtua, dan yang ketiga, tidak ada delik aduan kepada kepolisian terkait kejadian ini, sehingga kasus tersebut sudah dianggap selesai.

Beredarnya video kekerasan yakni pemukulan terhadap siswa di dalam kelas, didalam pertemuan dinyatakan kejadian tersebut benar terjadi di salah satu SMK di Kota Pontianak.

Kepala Dinas Pendidikan Kalbar, Akim menuturkan, pemukulan tersebut dilakukan oleh sesama siswa di sekolah yang sama, yang disebabkan dari gurauan yang berujung pada rasa tersinggung dari salah satu siswa tersebut.

“Pada hari Kamis, 2 November 2017, pukul 11.30 WIB, di salah satu SMK di Kota Pontianak, telah terjadi kasus perkelahian sesama pelajar, teman sekelas, di ruang kelas, pada pergantian jam pelajaran. Kejadian ini diawali dengan sebuah gurauan, saling mengolok oleh pelajar AL terhadap pelajar ALD, pada saat mengerjakan tugas di kelas, dengan kata-kata yang dianggap menyinggung, yaitu ‘Itu lah dia sudah tua, sudah punya uban’, ” ujarnya, Selasa (7/11).

Kemudian, pelajar lain, H, yang berusaha memisahkan kedua pelajar tersebut, juga menjadi sasaran.

Perkelahian yang terjadi antar sesama pelajar kelas sepuluh itu hanya berlangsung sesaat, tidak menimbulkan efek yang serius.

“Pada saat itu juga telah selesai urusan di antara mereka. Pada jam berikutanya,
Guru BP menemukan suasana kelas sudah tidak terjadi apa-apa, guru BP tersebut pun tidak mengetahui yang terjadi sebelumnya, para guru mengetahui kejadian ini setelah beredar video tersebut,” ucapnya.

Kejadian tersebut direkam dan dibagikan oleh D, yang kemudian oleh dibagikan kepada Z, dan selanjut dibagikan kepada ALP, oleh ALP dishare ke grub temannya di kampung, S, hingga akhirnya video tersebut menyebar di media sosial.

Perkara ini telah diselesaikan secara kekeluargaan, pihak sekolah memanggil para orangtua siswa yang terlibat, dan akhirnya masalah sudah dianggap selesai.

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Gubernur Ini Ingatkan Pengunaan Dana desa

Gubernur Ini Ingatkan Pengunaan Dana desa

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Cornelis mengingatkan Kepala Desa se-Kalimantan Barat untuk berhati-hati dalam penggunaan dana desa serta harus genah dalam pelaporan sehingga tidak...
Pemkab Tabalong Bahas Rencana Teknik Bandara Warukin

Pemkab Tabalong Bahas Rencana Teknik Bandara Warukin

TABALONG, Kalsel – Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan membahas rencana teknik terinci bandar udara Warukin sebagai persiapan pengoperasian pada 4 Desember 2017. Asisten Bidang...
Program 1 Juta Rumah di Landak

Program 1 Juta Rumah di Landak

LANDAK – Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa meletakan batu pertama pembangunan program satu juta rumah yang berlokasi di daerah Ilong, Kecamatan Ngabang, Kabupaten...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *