Presiden Dayak Dapat Kenang-Kenangan dari Suku Indian

Pada PGD ke-32 di Rumah Radakng Pontianak, Sabtu (20/5) Suku Indian dari Amerika Serikat memberikan cindera mata untuk Presiden Majelis Adat Dayak Nasional yang juga Gubernur Kalimantan Barat Cornelis berupa alat musik tiup Flute, setelah membawakan lagu yang merupakan cerita dari kebudayaan, Tanah Air dan lingkungan masyarakat Indian yang diwariskan secara turun temurun.(Tim BK.com)

PONTIANAK – Pagelaran Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-32 tahun 2017 di Rumah Radakng, Pontianak, selain dihadiri Tamu dari Malaysia, Brunai Darussalam, juga hadir suku Indian dari Amerika. Kedatangan seniman suku Indian Negara Amarika Serikat yang tergabung dalam group band Lakota ingin melihat langsung PGD, sekaligus merupakan program pertukaran budaya.

Oleh karenanya kedatangannya ke Indonesia ini untuk bertemu orang-orang yang menekuni budaya, diantaranya Dayak, kemudian belajar sesuatu dari suku Dayak, sebaliknya orang Dayak belajar bagaimana orang Indian di Amerika berbudaya. Personil Band Lakota dari Indian Amerika Serikat, Doug Good Father didaulat mementaskan keseniannya mereka mengaku tertatik dengan kebudayaan Indonesia, termasuk diantaranya kebudayaan Dayak Kalimantan.

“Ada banyak persamaan antara budaya Indian yang sering dilakukan dengan budaya Dayak, misalnya dari tarian, ritual dan warna baju yang dikenakan” , jelas Doug Good Father. Usai pembukaan PGD di Rumah Radakng Pontianak, Sabtu (20/5).

Pada kesempatan itu, Suku Indian memberikan cindera mata untuk Presiden Majelis Adat Dayak Nasional yang juga Gubernur Kalimantan Barat Cornelis berupa alat musik tiup Flute, setelah membawakan lagu yang merupakan cerita dari kebudayaan, Tanah Air dan lingkungan masyarakat Indian yang diwariskan secara turun temurun. Doug Good Father mengatakan, group band Lacota yang diawaki dirinya bersama dua temannya yaitu Cavin Locke dan Marcie Happy Frejo, akan tampil juga pada malam pagelaran seni di PGD.

Marcie Happy Frejo menyatakan bahwa kedatanganya datang ke Indonesia atas undang khusus Kedutaan Besar Amerika Serikat ini semata-mata untuk program pertukaran budaya, guna memperbaiki budayanya dari teman-teman di Indonesia. Dirinya mengatakan mereka berada di Pontianak Kalbar selama dua hari dan sangat tertarik untuk melihat tarian-tarian yang akan dipentaskan dalam PGD di Pontianak. “Tarian di Indonesia, diantaranya tarian suku Dayak sama dengan tarian Indian di Amerika Serikat, bahwa itu digunakan untuk berekspresi guna menunjukkan perasaan dan sebagainya,” ujarnya.

Marcie Happy Frejo mengaku selama di Pontianak Kalimantan Barat menginap di hotel di kawasan jalan gajah Mada Pontianak yang memang sudah diurus dan disiapkan oleh kedutaan Amerika Serikat.

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

PONTIANAK – Harga ikan dan ayam di sejumlah pasar yang ada di Pontianak dalam beberapa minggu terakhir mengalami kenaikan cukup signifikan bahkan mencapai di...
Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo menginginkan masyarakat Papua di pegunungan dan perbatasan bisa menikmati harga BBM dan harga bahan pokok sama dengan wilayah...
Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

PONTIANAK – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalbar mencatat realisasi investasi Semester I 2017 (Januari -Juni) di Kalbar mencapai Rp8,33...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *