Presiden Jokowi Instruksikan Kepala Daerah Cari Terobosan APBD

Gubernur Cornelis dan Menteri Sekertariat Negara, Pratikno, usai menghadiri kegiata rapat kerja pemerintah di Istana Negara, Selasa (24/10).(Team BK.com)

JAKARTA – Presiden Jokowi mengarahkan kepada seluruh kepala daerah, gubernur walikota bupati untuk mengelola pemerintahan ini dengan baik lalu mencarikan terobosan, serta memperhatikan APBD.

Presiden Jokowi juga meminta agar para kepala daerah memperhatikan pertumbuhan ekonomi juga di perhatikan, tidak kalah pentingnya mencakup inflasi.

Supaya kepala daerah bisa mengecek sampai kebawah bawahlah. Jangan hanya terima bersih.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan hal itu dalam Rapat Kerja dengan seluruh Kepala Daerah dari Gubernur, Walikota dan Bupati se Indonesia, Selasa (24/10) di Istana Negara.

Dikatakan Presiden bahwa politik anggaran itu perlu. Namun ia mengingatkan, agar pengelolaan APBD itu jangan menggunakan pola lama. Pola lama itu, Presiden menjelaskan, kalau ada misalnya anggaran Rp1 triliun misalnya di APBD sebuah kabupaten, itu langsung dibagi ke dinas- dinas. Tahun depannya naik 10% menjadi Rp1.100 miliar, yang kenaikan 100 ini dibagi lagi, dinas ini 10%, dinas ini 0%, dinas ini, kebanyakan seperti.

Yang men-drive itu, lanjut Presiden, lebih banyak di Kepala Dinas Keuangan, atau Badan Keuangan Daerah.

“‎Harusnya yang menentukan, saya ingin Gubernur, Bupati, Wali Kota,” kata Presiden Jokowi saat memberikan arahan pada Rapat Kerja Pemerintah (RKP) di Istana Negara.

Tugas pemimpinnya, lanjut Presiden, adalah bagaimana melobi agar DPRD setuju, sesuai dengan kehendak gubernur, bupati, dan wali kota. Sering-sering kita ingin seperti itu, DPRD-nya komisi ini diberi sekian miliar, komisi ini diberi sekian miliar, kan rebutan seperti itu. Benar tidak? Ini tugas Saudara-saudara untuk mengendalikan. Kalau tidak bisa mengendalikan artinya Bapak, Ibu, saudara-saudara enggak siap, enggak strong,” ujar Presiden Jokowi.

Padat Karya

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan, untuk meningkatkan daya beli dan konsumsi masyarakat agar daerah memperbanyak proyek-proyek, program-program padat karya yang membuka lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya.

“Karena dari survei yang kita lihat, rakyat itu sekarang permintaan yang pertama itu adalah kesempatan kerja. Tolong ini diakomodir dalam APBD kita. APBN juga sudah saya perintahkan untuk hal yang sama,” kata Presiden.

Caranya, lanjut Presiden, di Kabupaten bisa saja perbaikan irigasi (dilakukan) padat karya, jalan-jalan juga perbaiki (dengan) padat karya. ‎Tidak perlu pakai aspal hotmix, Tutur Kepala Negara.

Tampak hadir dalam acara tersebut Wakil Presiden Jusuf Kalla, para Menko, para menteri Kabinet Kerja, para Gubernur, Bupati, dan Wali Kota seluruh Indonesia.

Sementara Gubernur Kalbar Cornelis usai menghadiri Rapat kerja pemerintah bersama Presiden RI di istana kepada Sindonews mengatakan apa yang sudah disampaikan Presiden berkaitan dengan pengelolaan pemerintahan yang baik, mencari terobosan, dan memperhatikan APBD, tentu hal ini menjadi perhatian kita bersama.

Selain itu, menurut Cornelis, presiden RI juga menyampaikan pertumbuhan ekonomi harus di perhatikan, tidak kalah pentingnya lagi mencakup inflasi.

“Hal tersebut menurutnya, agar kepala daerah bisa mengecek sampai kebawah bawah, jangan hanya terima bersih,” pungkas Cornelis.

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Gubernur Ini Ingatkan Pengunaan Dana desa

Gubernur Ini Ingatkan Pengunaan Dana desa

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Cornelis mengingatkan Kepala Desa se-Kalimantan Barat untuk berhati-hati dalam penggunaan dana desa serta harus genah dalam pelaporan sehingga tidak...
Pemkab Tabalong Bahas Rencana Teknik Bandara Warukin

Pemkab Tabalong Bahas Rencana Teknik Bandara Warukin

TABALONG, Kalsel – Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan membahas rencana teknik terinci bandar udara Warukin sebagai persiapan pengoperasian pada 4 Desember 2017. Asisten Bidang...
Program 1 Juta Rumah di Landak

Program 1 Juta Rumah di Landak

LANDAK – Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa meletakan batu pertama pembangunan program satu juta rumah yang berlokasi di daerah Ilong, Kecamatan Ngabang, Kabupaten...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *