Ratusan Kontraktor Cetak Sawah Bangkrut Akibat Tak Dibayar

images(44)

Jokowi ketika melakukan penanaman padi di Desa Ngarak Kabupaten Landak, Kalbar sebagai wujud program cetak sawah sejuta hektar.(Ist)

PONTIANAK РRatusan kontraktor pertanian di Kabupaten Landak, Kalbar terpaksa gigit jari dan bahkan banyak yang bangkrut, karena pekerjaan mereka tidak dibayar.  Para kontraktor tersebut bekerja untuk program cetak sejuta hektar sawah di Kalimantan Barat.

Seperti yang dikatakan Yunus, (bukan nama aslinya) yang belum dibayar sebesar Rp500 juta dari Dinas Pertanian setempat sejak setahun lalu, padahal pekerjaan telah mereka kerjakan.

Yunus mengungkapkan pekerjaan penciptaan sejuta hektar lahan pertanian memang proyeknya BUMN atau pemerintah pusat, yang kemudian melibatkan instansi terkait setempat yakni Dinas pertanian  bersama Kodam XII Tanjungpura.

“Proyek ini melibatkan kami sebagai kontraktor lahan pertanian sebelum lahan ditanam, kita yang merapikan lahan-lahan yang akan ditanam, termasuk pengairannya, seperti di desa Ngarak Landak yang ditanam Jokowi, itu kami yang kerjakan,” katanya.

“Namun setelah penkerjaan kami selsai, tagihan belum bisa dilakukan. Bahkan sampai hari ini belum ada kejelasan kapan kami dibayar,” ungkap Yunus lagi, belum lama ini kepada BK.com di Pontianak.

Dikatakannya, akibat tidak dan atau belum dibayarnya pekerjaan yang telah dikerjakan, banyak kontraktor gulung tikar dan menjual semua aset yang ada untuk menyambung hidup keluarga.”Termasuk mobil, dan rumah, dijual akibat mereka bangkrut,” ungkapnya.

“Tagihan mereka ada sampai miliaran rupiah, tapi tak jelas kapan dibayarnya, sedangkan pekerjaan sudah setahun lalu selesai,” ujar Yunus kesal.

 

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *