Rekor Dunia Bermain Angklung Berhasil Terpecahkan

angklung

AUSTRALIA – Sekitar 6.100 orang memainkan alat musik angklung secara serentak di Royal Adelaide Show, Australia, pada Sabtu malam waktu setempat kemarin. Guiness World of Record (GWS) memang belum secara resmi mengumumkan apakah acara ini berhasil memecahkan rekor dunia, tetapi panitia penyelenggara telah yakin memecahkan rekor dunia bermain angklung. Sebab, catatan rekor dunia bermain angklung sebelumnya mencatat paling banyak diikuti oleh 5.158 orang.

“Secara tidak resmi kita sudah membuat rekor baru karena di Washington, DC rekornya adalah 5.182 orang. Namun memang masih perlu waktu untuk proses penghitungan dan pengesahan sesuatu dengan prosedur dari Guiness World of Record,” kata Ferry Chandra pimpinan Adelindo Angklung, Minggu 14 September 2014.

Adelindo Angklung adalah kelompok angklung yang dibentuk sejak tahun 2011 dan dipimpin oleh Ferry Chandra yang sangat aktif memperkenalkan seni musik bambu asal Jawa Barat tersebut ke berbagai kalangan masyarakat di Adelaide, Australia Selatan. Malam tadi, sekitar 6.100 orang tampil bersama-sama memainkan dua lagu Waltzing Mathilda dan Happy Birthday To You. Ribuan orang ini memainkan dua lagu yang disambung (medley) selama lebih dari 5 menit sesuai ketentuan GWR.

Bila disahkan, keberhasilan memecahkan rekor dunia bermain angklung bersama ini mengesankan karena dilangsungkan di dalam acara Royal Adelaide Show (RAS), lomba pameran pertanian dan hasil lainnya yang menjadi acara tahunan terbesar di Adelaide, dan tahun ini merayakan ulang tahun ke-175. Semula, Ferry mengaku khawatir rekor ini tidak akan tercapai karena mereka yang hadir harus membayar untuk masuk ke dalam RAS.

Selain bekerjasama dengan RAS, acara ini juga dibantu oleh Persatuan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) Australia Selatan. Pertunjukan ini juga dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema. Mereka yang hadir dan ikut memainkan angklung ini tidak saja warga Indonesia yang berada di Adelaide, namun juga warga lokal dari berbagai latar belakang.

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *