Resmikan BBC, Bogasari Garap Potensi Pasar Terigu di Samarinda

images(2)

Cabang ke-19 di Indonesia

BALIKPAPAN – Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan usaha makanan berbasis tepung terigu, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (ISM) Divisi Bogasari Flour Mills terus memperkuat keberadaan unit pelatihan Bogasari Baking Center (BBC) di berbagai kota.

Ivo Ariawan Budiprabawa, Vice President Sales Area 3, PT ISM Tbk Divisi Bogasari mengatakan Bogasari berharap dengan adanya BBC ini akan menginspirasi lahirnya wirasusaha baru di sektor makanan berbasis terigu, sekaligus meningkatkan nilai usaha para UKM.

“Sampai akhir 2013, tercatat sebanyak 132 ribu orang yang sudah berlatih di Bogasari Baking Center. Sebagian besar dari lulusan atau alumni BBC tersebut sudah menjadi pelaku usaha makanan berbasis terigu,” jelas Ivo Ariawan dalam Siaran Pers Peresmian BBC Samarinda yang berlangsung Selasa (26/8) di Komplek Ruko Mahakam Square B/01, Jalan Untung Suropati, Kelurahan Karang Asam, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda Kalimantan Timur.

Terus bertambahnya minat masyarakat berlatih di BBC karena ingin membuka usaha makanan berbasis terigu, sejalan dengan pertambahan keanggotaan Bogasari Mitra Card (BMC) yang merupakan loyalty program kemitraan Bogasari dengan UKM makanan berbasis terigu.

Sampai akhir Juli 2014, jumlah UKM Binaan Bogasari dalam keanggotaan BMC sudah mencapai 54.879 UKM. Dibanding periode yang sama tahun 2013 mengalami kenaikan 1.000 lebih dari 53.872 UKM.

“Dari jumlah secara nasional tersebut, sebanyak 595 UKM berada di Provinsi Kalimantan Timur, dan 187 diantaranya berlokasi di Kota Samarinda,” ucap Ivo. Hingga akhir tahun 2014 ini Bogasari menargetkan dibukanya 4 BBC baru.

Peluang usaha di sektor makanan berbasis terigu memang sangatlah potensial. Ini dapat dilihat dari konsumsi tepung terigu yang setiap tahunnya meningkat di kisaran 6% Р8%.  Untuk wilayah Kalimantan Timur, volume penjualan terigu Bogasari mencapai 2.000 metrik ton (MT) per bulan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 800 MT per bulan untuk kebutuhan wilayah Kota Samarinda.

“Dan volume pemakaian terigu di Kota Samarinda lebih besar dibanding Balikpapan meski Ibukota Provinsi Kalimantan Timur. Hal ini bisa jadi karena laju pertumbuhan penduduk di Samarinda lebih besar dibanding Balikpapan,” papar Ivo.

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *