SBY Resmikan Patung Saraswati di KBRI Amerika Serikat

WASHINGTON DC, Amerika Serikat – Tak sampai dua jam setiba di Washington DC dari New York, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono langsung meresmikan Patung Dewi Saraswati, Kamis (26/5) pukul 16.30 waktu setempat atau Jumat (27/6) pukul 03.30 WIB. Patung simbol pengetahuan, seni, dan cinta kasih itu berdiri tegak di halaman depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Amerika Serikat.

Yang menarik, di bawah Dewi Saraswati yang serba putih itu terdapat patung tiga anak dari berbagai ras dan bangsa, satu anak laki-laki dan dua anak perempuan duduk membaca. Patung anak laki-laki berambut keriting, seorang anak perempuan ras putih, dan seorang anak perempuan lainnya digambarkan dari kawasan Asia Timur.

“Selintas mirip Obama kecil. Itu kesan kita ketika melihat patung anak laki-laki tersebut. Saya tidak tahu…,” ujar Wakil Menlu Dino Patti Djalal, saat menyampaikan sambutannya. Komentar Dino itu langsung disambut tawa para undangan, yang diantaranya adalah duta besar negara sahabat dan mantan Dubes AS di Indonesia seperti Paul Wolfowitz dan Scott Marciel. Walikota District Colombia C. Gray juga hadir.

Pembuatan patung merupakan ide Dino saat menjabat Dubes di Washington. Setelah dikonsultasikan kepada Presiden SBY, dipilihlah Patung Saraswati. Menurut Dino, pengerjaan patungnya sendiri hanya memakan waktu empat pekan. Penggarapnya adalah tujuh seniman patung yang khusus didatangkan dari Kabupaten Badung, Bali. Mereka bekerja dengan spiritualitas yang tinggi.

“Ini adalah Patung Dewi Saraswati terbaik dan terindah yang bisa anda saksikan,” kata Dino, berpromosi.

Presiden SBY sendiri di awal sambutannya menyampaikan bahwa Patung Dewi Saraswati mewakili pesan budaya dalam hubungan antarbangsa dan antar peradaban. Ini merupakan bagian dari pendekatan sof power yang menjadi pilihan sikap Indonesia. “Aspek budaya sebagai perekat hubungan antarbangsa dan antarperadaban,” SBY menjelaskan.

Aspek budaya ini pula yang mendasari peresmian Asosiasi Muslim Indonesia di Amerika atau Indonesian Muslim Association in America (Imaam) Center besok. Paguyuban ini dimaksudkan untuk mempromosikan wajah Islam di Indonesia yang damai dan antikekerasan, selain tempat berkumpulnya masyarakat Islam Indonesia di Washington.

“Komunitas ini diharapkan bisa mengirimkan pesan tentang wajah Islam yang damai, Islam sebagai agama yang mencintai perdamaian,” Presiden SBY menegaskan.

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

Harga Ikan dan Ayam di Pontianak Naik

PONTIANAK – Harga ikan dan ayam di sejumlah pasar yang ada di Pontianak dalam beberapa minggu terakhir mengalami kenaikan cukup signifikan bahkan mencapai di...
Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

Presiden Ingin Warga Perbatasan Menikmati “Satu Harga BBM”

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo menginginkan masyarakat Papua di pegunungan dan perbatasan bisa menikmati harga BBM dan harga bahan pokok sama dengan wilayah...
Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

Realisasi Investasi Kalbar Semester I Rp8,33 Triliun

PONTIANAK – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalbar mencatat realisasi investasi Semester I 2017 (Januari -Juni) di Kalbar mencapai Rp8,33...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *