Sudah Divonis Penjara Ateng Masih Bebas Berkeliaran

Daniel alias Ateng – Koruptor Putussibau.(Ist)

PUTUSSIBAU, Kapuas Hulu – Terpidana kasus korupsi, pasca kasasi oleh MA divonis 6 tahun penjara, namun dia tetap berkeliaran di Kec.Putussibau Utara, Kab. Kapuas Hulu.

Adalah Daniel alias Ateng (36) terdakwa kasus korupsi pengadaan tanah untuk fasilitas umum (fasum) pembangunan jalan lingkar Pala Pulau, Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat ternyata masih berkeliaran bebas di Putussibau. Padahal seharusnya Daniel sudah masuk bui menjalani hukuman penjara selama 6 tahun.

Berdasarkan investigasi yang dilakukan BK.co, Daniel, sampai berita ini diturunkan masih belum dieksekusi Kejaksaan Tinggi Kalbar dan masih bersembunyi di tempat kakaknya, Agus, di daerah Jaras, Putussibau, Kapuas Hulu.

Direktur PT Arung Benoa Nusantara ini sempat melakukan kasasi ke MA, namun MA menolaknya, setelah MA memeriksa perkara pidana khusus No : 2148 k/PID.SUS/2015, sesuai Pasal 226 KUHAP, Daniel tetap dinyatakan bersalah, diganjar hukuman 6 tahun penjara, serta denda 200 juta. Surat putusan MA tersebut ditandatangani Panitera Muda Pidana Khusus, Roki Panjaitan SH.

Sumber BK.co, Senin (7/3) mengungkapkan, Daniel masih berkeliaran bebas di Putussibau, dan berada di rumah kakaknya, dia pun membantu usaha bengkel keluarganya.

Kasipenkum Kejati Kalbar, Supriadi mengemukakan kepada FORUM bahwa Daniel divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Pontianak dalam kasus korupsi pengadaan tanah untuk fasilitas umum (fasum) Pembangunan Jalan Lingkar Pala Pulau, Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

“Ateng di vonis bersalah dalam transaksi pembelian tanah, yang mengandung unsur korupsi,” ujar Kasipenkum Kejati Kalbar belum lama ini.

Pembelian tanah tersebut, berdasarkan surat keputusan panitia pengadaan tanah Kabupaten Kapuas Hulu, dan mengenai pembayaran ganti kerugian atas tanah untuk pembangunan jalan lingkar Pala Pulau, Kecamatan Putussibau Utara No. SET-PAN/15/2011, tanggal 13 April 2011. Berita Acara Penetapan Ganti Kerugian Atas Tanah No SET-PAN/14/2011 Tahun Anggaran 2011 dengan lampiran surat-surat penyertaan.

Dalam lampiran disebutkan, tanah tersebut telah dilakukan pembelian untuk penggalian sirtu dan pasir pada lokasi Putussibau Utara Desa Pala Pulau sebesar Rp350 juta tanggal 10 Juli 2005, kemudian Rp300 juta pada tanggal 16 Mei 2005 dan Rp325 juta pada 18 Januari 2006, semua dengan kwitansi.

Dan, surat perjanjian terdakwa dengan beberapa pihak, seperti Daniel dengan Antonius Husin tertanggal 12 Mei 2005, serta perjanjian kerjasama antara Daniel dengan Andreas, Esa Putra Niko, Arry Gunawan, Imatius Bujang, Taufik L dan Herman Toni tanggal 12 Juli 2005.

Berdasarkan dokumen yang ada di MA, Daniel yang bertempat tinggal di Jalan Kom Yos Sudarso Rt 001/Rw 003, Kelurahan Putussibau Kota, Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, merupakan terdakwa Kejaksaan Negeri Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu.

Melihat bukti-bukti dokumen yang ada pada lampiran kasus Daniel, seharusnya kasus ini juga melibatkan Bupati Kapuas Hulu Tahun 2006 yang saat itu dijabat Abang Tambul Husein. Bukti tersebut ada pada salinan berkas copy yang dilampirkan untuk kasus korupsi Daniel – lampiran ini juga ada pada keputusan yang dibuat MA terkait kasasi Daniel.

Selain mengeluarkan keputusan yang berbau korupsi, Bupati Kapuas Hulu saat itu juga mengeluarkan Surat Keputusan yang merugikan negara, yakni Nomor 57 Tahun 2006, tanggal 5 April 2006 tentang Pembentukan Tim Teknis Pembebasan Tanah Pemerintah di Kabupaten Kapuas Hulu.

Dilampirkan juga copy 1 bundel Keputusan Bupati Kapuas Hulu No 23 Tahun 2006 tentang Penunjukan Pejabat Pada Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu yang berhak menandatangani Surat Perintah Membayar (SPM), Daftar Penguji (B XII) yang memberatkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Tahun Anggaran 2006 Tanggal 15 Februari 2006 beserta lampirannya.

A. Asli 1 bundel pencairan Rp.250.000.000 terdiri dari SPM Nomor 0338/PK/KH-2006 tanggal 27 April 2006 sebesar Rp250.000.000,- B. Kwitansi sebesar Rp.250.000.000 tanggal 26 April 2006, C.
Daftar Pengantar surat Permintaan Pembayaran No. 078/SPP-SETDA/2006 tanggal 26 April 2006, D.Surat Permintaan Pembayaran –PK Nomor /SPP-SETDA/2006/ tanggal 26 April 2006. E. Daftar Perincian Rencanaan Penggunaan PK (pengisian kas) No. 078/SPP-SETDA/2006 tanggal 26 April 2006.

Mantan Bupati Kapuas Hulu Terlibat

Lampiran-lampiran tersebut, jelas disertakan dalam kasus korupsi Daniel dan keterlibatan Bupati Kapuas Hulu periode 2006.

Dalam surat keterangan yang dibuat MA, sebelum diputus 6 Tahun penjara, Terdakwa Daniel berkali-kali diperpanjang masa tahanannya. Daniel sempat ditahan pada Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat terhitung tanggal 22 Juli – 10 Agustus 2014. Kemudian diperpanjang oleh Penyidik Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat terhitung tanggal 11 Agustus – 19 September 2014.

Tahanan Daniel terus diperpanjang, baik oleh PN Putussibau, Kejaksaan Negeri Putussibau, Hakim Tipikor PN Pontianak, Penetapan Penahanan oleh Ketua Pengadilan Tipikor Pengadilan Tinggi Pontianak, sampai penetapan oleh Ketua MA RI ub Ketua Muda Pidana Nomor 3206/2015/S 973 Tah Sus /PP/2015/MA tanggal 26 Agustus 2015. Terdakwa diperintahkan untuk ditahan selama 60 hari terhitung sejak tanggal 19 Agustus 2015.

Namun, dalam kasus ini Abang Tambul Husein seperti tidak tersentuh hukum, padahal jelas-jelas dalam surat lampiran kasus korupsi Daniel, terindikasi Bupati Kapuas Hulu pada 2006 terlibat. Ada apa dengan Kejaksaan Negeri Tinggi Kalimantan Barat ? kenapa Abang Tambul tidak tersentuh ? dan kenapa sampai hari ini Daniel yang jelas-jelas bersalah tidak di eksekusi ke hotel prodeo.

Share Button

Ekonomi[ View All ]

Gubernur Cornelis Nyangahatn

Gubernur Cornelis Nyangahatn

Resmikan Kapal Bi’lao 02 KUBU RAYA – Asa’ Dua’ Talu’ Ampat’ Lima’ Anam, Tujuh, Awa Pama, Jubata, Iatn agi’ kami minta’ tolokng minta’ banto’...
Pemprov Kalbar Ekspor Ikan ke Guangzhou

Pemprov Kalbar Ekspor Ikan ke Guangzhou

Cornelis : Semoga Nelayan Kita Bisa Untung PONTIANAK – Gubernur Kalbar Cornelis memastikan, dengan adanya investasi Tiongkok untuk ekspor Ikan dari Kalimantan Barat tersebut,...
Pertamina Tambah 500.000 Tabung Elpiji di Kalimantan

Pertamina Tambah 500.000 Tabung Elpiji di Kalimantan

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VI menambah pasokan 500.000 tabung elpiji 3 kg bersubsidi untuk lima provinsi di Kalimantan pada awal Desember 2017....

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *