Sungai Barito Sudah Dapat Dilalui Kapal Tongkang

image

Sungai Barito, Kalteng.(ist)

BARITO UTARA – Sungai Barito di wilayah Kabupaten Barito Utara dan Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, saat ini sudah bisa dilewati kapal dan tongkang setelah debit air mulai naik menyusul hujan yang turun beberapa hari terakhir ini.

“Sejak dua hari lalu sejumlah kapal dan tongkang bermuatan ribuan ton batu bara serta kosong mulai berlayar ke hilir atau selatan, setelah sepekan lebih terhenti karena sungai surut,” kata seorang petugas UPTD Lalu Lintas Angkutan Sungai Danau Dan Penyeberangan (LLASDP) pada Dinas Perhubungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Syamsu Rizal, seperti dikutip Antara, di Muara Teweh, Minggu.

Angkutan kapal dan tongkang bertonase besar sempat terhenti karena Sungai Barito surut sejak awal Agustus 2016 dan kini sudah mulai bisa dilayari kapal besar.

Kenaikan debit air di daerah aliran sungai (DAS) Barito sepanjang 900 kilometer yang bermuara di Kalimantan Selatan ini, karena hujan mulai turun sejak beberapa hari terakhir di wilayah Kabupaten Barito Utara dan Kabupaten Murung Raya yang terletak di wilayah hulu atau utara.

Sejumlah kapal tarik (tug boat) dan tongkang kosong serta bermutaan ribuan ton batu bara milik perusahaan batu bara yang sempat tertahan di pinggiran Sungai Barito kawasan Bukau Kecamatan Teweh Tengah dan tempat lainnya, kini sebagian mulai berlayar ke hulu dan yang bermuatan berlayar ke hilir.

“Ketinggian air mulai naik, sehingga kini dapat dilayari tongkang berkapasitas muatan batu bara di atas 3.000 ton,” katanya pula.

Skala tinggi air atau STA di Muara Teweh pada Minggu (11/9) pagi sekitar 8,20 meter yang menunjukkan ketinggian air lebih aman untuk transportasi sungai khususnya kapal bertonase besar.

“Air Sungai Barito naik biasanya karena hujan di wilayah utara atau hulu sangat tinggi dan lebat,” kata Syamsu.

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *